Satu lagi tempat bersejarah di kota lamongan yang harus kamu kunjungi...
temanya jalan-jalan edukasi ngintip peradaban islam di kota lamongan
SENDANG DUWUR PACIRAN LAMONGAN
Makam sunan duwur atau raden rahmat ini banyak dikunjungi peziarah, selain dikenal dengan keramatnya makam beliau juga memiliki seni yang bernilai tinggi yang terletak pada ukiran-ukiran kayu jati dinding penyangga cungkup makam beliau. Makam sunan duwur ini terletak di belakang masjid yang berlokasi di atas perbukitan yang sangat strategis di desa sendang duwur kecamatan paciran, lamongan. Dari jalan raya utama masuk kira-kira 1,5km dengan melewati perbukitan kapur. Makam sunan duwur ini memiliki khas dan keunikan tersendiri yaitu makam beliau berada dalam kawasan bangunan yang seperti candi langkap yang dilengkapi gapura dan aneka ornamenya. Uniknya gapura tersebut bersayap dan menyerupai sayap garuda yang bentuknya khas dan mungkin tidak ada duanya .
Makam raden rachmat ini memiliki gerbang yang dikenal dengan sebutan gapura bentar ( pada bagian sisi tengah) , sedangkan sisi kanan dan kiri gapura ini terdapat kubangan air yang cukup dalam, konon kubangan tersebut digunakan sebagai tempat berwudhu’ sebelum sholat Konon menurut cerita setelah Raden Nur Rachmat diberi gelar Sunan Sendang Duwur oleh Sunan Drajat dan diperintahkan untuk pergi ke desa Mantingan (Jawa Tengah) untuk membeli Masjid Mbok Rondo Mantingan dengan membawa uang sejuta salebak keteng. namun ketika Sunan Sendang sudah sampai di Mantingan, Mbok Rondo Mantingan mengatakan bahwa masjidnya tidak dijual. Kemudian Sunan Sendang pulang dengan hati sedih. Dan Akhirnya Sunan Sendang bersemedi di puncak Gunung Pamerangan. Pada waktu beliau bersemedi didatangi oleh Sunan Kalijogo dan dibangunkan dari semedinya, beliau disuruh kembali ke Mantingan, Selanjutnya Mbok Rondo Mantingan tidak keberatan memberikan masjidnya dengan syarat harus dibawa sendiri dari Mantingan tanpa bantuan orang lain. Karena kesaktiannya maka masjid tersebut dibawa terbang dengan bantuan katak ( Legenda Tanjung Kodok ).
Makam raden rachmat ini memiliki gerbang yang dikenal dengan sebutan gapura bentar ( pada bagian sisi tengah) , sedangkan sisi kanan dan kiri gapura ini terdapat kubangan air yang cukup dalam, konon kubangan tersebut digunakan sebagai tempat berwudhu’ sebelum sholat Konon menurut cerita setelah Raden Nur Rachmat diberi gelar Sunan Sendang Duwur oleh Sunan Drajat dan diperintahkan untuk pergi ke desa Mantingan (Jawa Tengah) untuk membeli Masjid Mbok Rondo Mantingan dengan membawa uang sejuta salebak keteng. namun ketika Sunan Sendang sudah sampai di Mantingan, Mbok Rondo Mantingan mengatakan bahwa masjidnya tidak dijual. Kemudian Sunan Sendang pulang dengan hati sedih. Dan Akhirnya Sunan Sendang bersemedi di puncak Gunung Pamerangan. Pada waktu beliau bersemedi didatangi oleh Sunan Kalijogo dan dibangunkan dari semedinya, beliau disuruh kembali ke Mantingan, Selanjutnya Mbok Rondo Mantingan tidak keberatan memberikan masjidnya dengan syarat harus dibawa sendiri dari Mantingan tanpa bantuan orang lain. Karena kesaktiannya maka masjid tersebut dibawa terbang dengan bantuan katak ( Legenda Tanjung Kodok ).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar